TATA CARA PENENTUAN TIPOLOGI KAWASAN PADAT HUNI KUMUH
Aplikasi ini dibuat berdasarkan temuan hasil litbang yang dilakukan pada tahun 2010-2011 tentang Pengkajian Penataan Kembali Permukiman Padathuni-kumuh (PHK) oleh Puslitbang Permukiman PU. Untuk melakukan identifikasi tipologi kawasan permukiman padathuni-kumuh, digunakan kriteria penentu yang telah mempertimbangkan berbagai aspek atau dimensi, seperti kesesuaian peruntukan lokasi dengan rencana tata ruang, layanan infrastruktur, status (kepemilikan) tanah, letak/kedudukan lokasi, tingkat kepadatan penduduk, tingkat kepadatan bangunan, kondisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat lokal. Hasil dari kegiatan tahun 2010 telah diperoleh sejumlah faktor determinan/indikator fisik kawasan padathuni-kumuh (PHK) sebagai kriteria penentu tipologi kawasan padat huni kumuh sbb:

Kegiatan penilaian kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan sistem pembobotan pada masing-masing kriteria diatas. Setiap kriteria memiliki bobot pengaruh yang berbeda-beda. Masing-masing kriteria memiliki parameter-parameter yang berpengaruh terhadap terbentuknya kawasan menjadi padathuni-kumuh. Penentuan tipologi kawasan padat huni kumuh embrio, transisi/expansif, dan masif, ditentukan oleh faktor penilaian dari setiap parameternya. Faktor penilai didapat dengan mengidentifikasi setiap parameter di teritori wilayah RW dengan alat bantu kuesioner .
Rumus Perhitungan
Berdasarkan nilai total bobot aktual kriteria strategis yang memberi kontribusi terjadinya kawasan PHK, maka diperoleh tipe kawasan PHK sebagai berikut :